Pink Run 2026, Gaungkan Kepedulian terhadap Kanker

Senyum lebar terpancar dari wajah para penyintas kanker maupun survivor kanker pada Pink Run 2026 yang digelar di Taman Ekspresi, kawasan Lapangan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Sabtu (31/10/2026).
Kehadiran masyarakat dalam kegiatan tersebut semakin menguatkan keyakinan bahwa para penyintas maupun survivor kanker tidak berjuang sendirian. Kepedulian untuk saling melindungi semakin meluas melalui cerita dan edukasi dari para penyintas serta survivor, hingga pemeriksaan kesehatan gratis.
Seorang penyintas kanker, Dea, berbagi kisah bahwa dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan bagi para pejuang kanker, terutama dari lingkungan terdekat, seperti keluarga dan teman-teman, serta masyarakat luas dan pemerintah. Dukungan tersebut tidak hanya memberikan kekuatan, tetapi juga membantu mereka menjalani proses pengobatan hingga pulih.
Ia pun senang dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Bogor bersama berbagai pihak. Sebab, menurutnya, seseorang yang sedang menjalani pengobatan kanker tidak harus menutup diri.
"Jangan menutup diri. Kita tetap bisa melakukan berbagai kegiatan, bersosial, bekerja, melakukan aktivitas lain, olahraga, dan sebagainya, itu tuh bisa membantu proses pemulihan," ujarnya.
Ia juga mendukung langkah YKI Kota Bogor bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan berbagai pihak dalam menggelar pemeriksaan gratis serta terus memperluas edukasi. Sebab, ia sendiri sempat merasa takut untuk memeriksakan kondisi tubuhnya, meskipun telah melihat sesuatu yang perlu diperhatikan. Hingga akhirnya, pada 2024, ia memberanikan diri untuk melakukan pemeriksaan.
"Baru dicek 2024, kankernya tuh udah 7-8 centimeter, udah besar. Nah, abis itu setelah sudah besar baru deh cek ke dokter. Itu sebenarnya salah. Seharusnya sebelum ada benjolan, maksudnya kalau udah notice sesuatu yang salah itu harus segera periksa. Jadi aku itu dari stadium 3B, sudah metastasis ke kelenjar getah bening. Aku harus menjalani pengobatan lumayan panjang," ujarnya.
Ia tidak patah semangat. Selama 18 kali pengobatan dijalaninya, mulai dari kemoterapi hingga mastektomi atau operasi pengangkatan payudara. Melalui pengobatan yang dijalani dengan sabar dan konsisten, serta dukungan lingkungan sekitar, ukuran kankernya perlahan mulai mengecil.
"Alhamdulillah. Semoga juga sebentar lagi aku bisa bergabung sama temen-temen survivor di sini. Semoga aku pun akan bersama kalian menjadi survivor ya," ucap Dea dari atas panggung.
Ia mengakui bahwa perempuan sering kali menjalani berbagai peran sekaligus atau multitasking dengan memikirkan banyak hal, sehingga terkadang lupa memperhatikan kesehatan diri sendiri. Karena itu, ia mengajak seluruh perempuan untuk menyayangi dan mencintai diri sendiri dengan menjaga serta merawat tubuh demi kesehatan.
Hal senada disampaikan Isnaeni atau yang akrab disapa Ibu Noni. Sebagai seorang survivor kanker, ia mengungkapkan kebahagiaannya, karena ternyata masih banyak masyarakat yang peduli terhadap para penderita kanker.
"Berterima kasih sama Ibu Wali. Ya Allah ternyata masih ada, ya Allah, yang peduli untuk penderita kanker. Jadi ibu sangat-sangat berterima kasih sama yang mendirikan yayasan ini, gitu, berbagai kegiatan banyak banget, terus kita juga ikut bantu edukasi warga untuk ayo periksa," ujarnya.
Ia juga mengajak para penyintas maupun survivor untuk terus bersemangat. Menurutnya, program edukasi dan pemeriksaan gratis dapat meningkatkan kepedulian masyarakat untuk melakukan pemeriksaan sejak dini, sehingga upaya pencegahan maupun pengobatan dapat dilakukan lebih cepat.
"Jadi kalau untuk ibu pribadi dan untuk teman-teman ibu, khususnya yang penderita kanker, ayolah semangat terus. Kita berterima kasih. Dengan adanya program BPJS, jujur ibu merasa terbantu, merasa bisa berobat dengan penyakit yang serius gitu. Ya Ibu berterima kasih banyaklah. Terus juga dibantu dari YKI ada kepedulian pemerintah, ada juga organisasi dan banyak semua ibu terimakasih," ungkapnya.
Ketua YKI Kota Bogor, Yantie Rachim, yang juga merupakan pencetus kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa Pink Run berawal dari perbincangan mengenai upaya membantu dan memberikan dukungan kepada para penyintas maupun survivor kanker.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk menjangkau masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan melalui pemeriksaan kesehatan gratis.
"Jadi di sini bukan sekadar olahraga, lari, habis itu sudah. Nah di sini juga ajang silaturahmi. Warga ataupun peserta semua yang lari pada hari ini tuh kita ajak untuk cek kesehatan gratis," ujarnya.
Pink Run 2026 digelar secara gratis oleh YKI Kota Bogor dengan mengusung tema "Ribuan Langkah untuk Perempuan Lebih Sehat, Lebih Berdaya". Kegiatan ini diikuti para penyintas dan survivor kanker, serta masyarakat umum dan berbagai komunitas lari.
Kegiatan Pink Run 2026 mendapat dukungan dari berbagai mitra dan sponsor. Antusiasme masyarakat umum, penyintas, dan survivor kanker terlihat dalam kegiatan yang berlangsung penuh kebersamaan tersebut.
Gerakan ini lahir dari kepedulian terhadap masih banyaknya kasus kanker payudara yang baru terdeteksi ketika sudah memasuki stadium lanjut.
Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak dialami perempuan Indonesia. Sayangnya, banyak pasien baru datang berobat ketika penyakit sudah berada pada stadium lanjut. Padahal, apabila ditemukan sejak dini, peluang kesembuhan akan jauh lebih besar.
"Karena itu, YKI Kota Bogor ingin deteksi dini menjadi gerakan bersama, bukan sekadar imbauan. Kami sengaja membuat Pink Run gratis dan terbuka untuk semua. Kami ingin ibu-ibu, remaja putri, keluarga, hingga komunitas lari datang dan bergerak bersama. Setiap langkah ini adalah pesan bahwa perempuan Bogor peduli pada kesehatannya. Lari hari ini, periksa hari ini, peduli setiap hari," ucap Yantie Rachim.
Lautan pink dalam kegiatan ini bukan sekadar ajang berlari, melainkan gerakan kebersamaan. Setiap langkah kaki pagi itu menyampaikan pesan bahwa kepedulian dan dukungan harus terus hadir bagi para pejuang kanker.
"Kita peduli kita hadir. Dan dari sini tidak ada seorangpun pejuang kanker yang berjuang sendirian," ucapnya.
Dalam Pink Run 2026 juga disediakan berbagai layanan dan fasilitas kesehatan, di antaranya medical check-up, supported booth, food and beverage (F&B) booth, health booth, pemeriksaan Sadanis (periksa payudara klinis), hingga ultrasonografi (USG).
Yantie Rachim mengatakan bahwa setiap perempuan berhak mengetahui kondisi kesehatannya sebelum terlambat.
"Semangat itulah yang menggerakkan Yayasan Kanker Indonesia Cabang Kota Bogor bersama Dinas Kesehatan, rumah sakit, puskesmas, berbagai organisasi, komunitas, sponsor, serta mitra pendukung menggelar kegiatan ini. Karena perkembangan acara ini tidak lepas dari dukungan tulus para sponsor, mitra, relawan, dan seluruh panitia," ujarnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mendampingi para pejuang kanker dengan penuh kasih sayang dan kepedulian.
"Mari kita jadikan Kota Bogor yang sehat dan peduli," tutupnya.
Bagikan Artikel
Warta Kota Bogor Lainnya
Lihat Semua →
Rayakan Sumpah Pemuda, Katar Sukadamai Gelar Jalan Sehat
Momentum Hari Sumpah Pemuda dimaknai warga Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Tanah Sareal, dengan mengg...

Diikuti 250 Fighter, Jenal Mutaqin Apresiasi B2 Unleashed
Sebanyak 250 orang mengikuti ajang B2 Unleashed yang diinisiasi AIRA Pro dan NAKO Arena, Sabtu (31/1...

